Pencarian

Langkah Pemprov Perkuat Kompetensi ASN Lewat Riau Corpu

Rabu, 21 Oktober 2026 • 07:43:00 WIB
Langkah Pemprov Perkuat Kompetensi ASN Lewat Riau Corpu
Riau Corpu tingkatkan kompetensi ASN menuju birokrasi adaptif dan berkinerja.

PEKANBARU, MEDIA LOKAL. CO — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus memacu langkah strategis dalam membenahkan kualitas dan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kerjanya. Upaya pembenahan birokrasi ini diwujudkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau melalui penyelenggaraan ekspose persiapan peluncuran Riau Corporate University (Riau Corpu) yang bertempat di Ruang Sekda Kantor Gubernur Riau, Selasa (20/10/2026). 

Program inovatif ini ditargetkan resmi mengudara pada November 2026.


Kegiatan ekspose tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPSDM Provinsi Riau, Evarefita, dan diserahkan secara resmi kepada Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi. Pembentukan Riau Corpu diproyeksikan menjadi pendorong utama pergeseran pola pikir pengembangan pegawai ASN.

 Melalui wadah ini, sistem pelatihan tidak lagi diselenggarakan secara sporadis dan konvensional, melainkan diintegrasikan secara langsung dengan tantangan dan kebutuhan pekerjaan harian di masing-masing instansi.


Persoalan utama yang membayangi birokrasi daerah selama ini adalah minimnya ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan dan sejalan dengan target pencapaian kinerja pemerintah. 

Evarefita menekankan bahwa setiap ASN dituntut untuk mengasah kompetensi yang selaras dengan tugas pokok dan fungsinya. Oleh sebab itu, skema pembelajaran terintegrasi lewat gagasan Corporate University hadir guna mendukung pemenuhan kualifikasi tersebut agar target pembangunan daerah dapat terakselerasi dengan tepat sasaran.


Melalui pendekatan Riau Corpu, Pemprov Riau bermaksud memastikan setiap alokasi diklat, bimbingan teknis, maupun transfer pengetahuan memiliki dampak nyata terhadap produktivitas daerah. 

Prinsip dasar yang diusung adalah sistem pembelajaran berbasis lingkungan kerja (work-integrated learning), tempat para pegawai dapat menimba ilmu dan mengasah keahlian di tengah jalannya aktivitas pelayanan publik harian.


Inisiatif pengembangan kapasitas ini selaras dengan mandat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.

 Regulasi nasional tersebut mewajibkan setiap ASN menempuh pengembangan kompetensi secara terus-menerus melalui alur pembelajaran yang terhubung satu sama lain (interconnected learning). Penerapan Riau Corpu menjadi wujud nyata pelaksanaan amanat undang-undang agar daerah secara mandiri sanggup mencetak talenta birokrasi yang adaptif dan siap menghadapi tantangan zaman.


Pelaksanaan Riau Corpu mengacu pada tiga fokus prioritas. Pertama, menutup kesenjangan kompetensi (competency gap) yang spesifik di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kedua, menyelaraskan indikator kinerja individu pegawai dengan capaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) serta target organisasi. Ketiga, menyokong realisasi program pembangunan prioritas di Provinsi Riau dengan dukungan personel yang mahir secara teknis, manajerial, hingga sosio-kultural.


Jika dicermati di lapangan, perbaikan kinerja dan kompetensi ASN Pemprov Riau sejauh ini menunjukkan dinamika yang berimbang. 

Pada sektor pelayanan publik terpadu, geliat perbaikan mulai nampak dengan diterapkannya transformasi digital, mulai dari pengintegrasian layanan perizinan, SIKAP, hingga optimalisasi Samsat Drive-Thru. Petugas di garis depan pelayanan terus dilatih untuk memotong rantai birokrasi yang panjang serta mempercepat waktu tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.


Dari aspek tata kelola dan akuntabilitas, kemajuan kompetensi ASN Riau tecermin dari pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang berhasil dipertahankan, serta raihan predikat baik pada Indeks Reformasi Birokrasi dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dari Kementerian PANRB. 

Selain itu, peningkatan kecakapan teknis pada dinas strategis seperti pengelolaan infrastruktur, penanaman modal, serta manajemen bencana di BPBD Riau terbukti meningkatkan kecepatan koordinasi penanganan kasus di lapangan.


Kendati demikian, tantangan di tingkat operasional masih sering dijumpai oleh publik. Hambatan utama yang masih dirasakan masyarakat adalah masih adanya mentalitas sekat antar-instansi (silo mental) dan keterikatan pada formalitas administratif semata. Hal ini acap kali memicu kelambatan penanganan kendala yang membutuhkan koordinasi lintas dinas.


Tantangan lainnya terletak pada belum meratanya peningkatan kapasitas pegawai. ASN di dinas teknis utama dan unit pelayanan langsung cenderung mengalami akselerasi kemampuan yang lebih cepat dibandingkan dinas pendukung atau staf operasional lini belakang. 

Di samping itu, adaptasi teknologi di lingkungan pegawai senior serta tingkat responsivitas pusat bantuan (helpdesk) pengaduan masyarakat masih memerlukan pembenahan yang konsisten.


Peluncuran Riau Corpu pada November 2026 mendatang diharapkan menjadi solusi menyeluruh atas beragam temuan evaluasi di lapangan tersebut. Kehadiran program ini dirancang tidak sekadar memenuhi tuntutan regulasi dan standar nasional, melainkan untuk mengubah kompetensi teknis ASN menjadi budaya kerja harian yang ramah, sigap, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat di seluruh tingkatan birokrasi Provinsi Riau.***

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Redaksi
Profil Penulis Redaksi

Editor: Munazlen Nazir

Lihat Profil

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks