Jadi Tersangka KPK, Rahmat Effendi Langsung Pakai Rompi Oranye
JAKARTA, MEDIALOKAL.CO -- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi alias Bang Pepen resmi mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK setelah menjadi tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan. Ia bersama delapan orang lainnya ditahan selama 20 hari.
"Sembilan tersangka ditahan mulai tanggal 6 Januari sampai dengan 25 Januari 2021," ujar Ketua KPK, Firli Bahuri, dalam jumpa pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (6/1).
Para tersangka akan ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK cabang Pomdam Jaya Guntur dan Rutan KPK cabang Gedung Merah Putih. Untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19) di Rutan, para tersangka akan menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu.
Camat Jatisampurna dan Rawa Lumbu turut menjadi tersangka dan ditahan seperti Rahmat Effendi selaku penerima suap.
Kasus ini diawali dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim penindakan KPK di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/1), sekitar pukul 14.00 WIB. Selain Wali Kota, KPK menangkap total 14 orang yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi dan pihak swasta.
Dua di antaranya ditangkap pada hari ini, Kamis (6/1).
Dari operasi senyap tersebut, KPK turut menyita barang bukti berupa uang senilai miliaran rupiah. Uang itu diduga terkait dengan pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan.


Berita Lainnya
Asap Hitam Pekat Membubung, Warga Sungai Guntung Panik Saat Kebakaran Terjadi
Misteri di Balik Perubahan Sikap Aparatur Desa di Rengat, Dugaan Gratifikasi Kini Masuk Pidsus Kejari Inhu
Belum Ada Tersangka, Kejati NTT Masih Dalami Kasus Rumah Rusak Eks Pejuang Timtim dan Peran Pejabat Negara
Konflik Sungai Raya Memanas, Tiga Kades dan Satu Lurah Terseret Laporan Dugaan Gratifikasi
LBH Sri Rakyat Dorong Sinergi Kelembagaan untuk Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat di Inhil
Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu 13,42 Gram di Kecamatan Kempas
Asap Hitam Pekat Membubung, Warga Sungai Guntung Panik Saat Kebakaran Terjadi
Misteri di Balik Perubahan Sikap Aparatur Desa di Rengat, Dugaan Gratifikasi Kini Masuk Pidsus Kejari Inhu
Belum Ada Tersangka, Kejati NTT Masih Dalami Kasus Rumah Rusak Eks Pejuang Timtim dan Peran Pejabat Negara
Konflik Sungai Raya Memanas, Tiga Kades dan Satu Lurah Terseret Laporan Dugaan Gratifikasi
LBH Sri Rakyat Dorong Sinergi Kelembagaan untuk Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat di Inhil
Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu 13,42 Gram di Kecamatan Kempas