Pencarian

Rekening BRI dan BSI untuk Seluruh Warga 2026, yang Sudah Punya Tetap Dapat?

Kamis, 10 September 2026 • 06:01:01 WIB
Rekening BRI dan BSI untuk Seluruh Warga 2026, yang Sudah Punya Tetap Dapat?
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers terkait skema rekening bank massal di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

MEDIALOKAL.CO — Jakarta — Pemerintah tengah menyiapkan skema pemberian rekening bank massal untuk seluruh warga negara Indonesia. Langkah ini bukan sekadar perluasan akses keuangan, melainkan menjadi infrastruktur utama penyaluran bantuan sosial (bansos) dan berbagai program pemerintah di masa depan.

Instruksi ini mengalir dari Presiden Prabowo Subianto dan ditindaklanjuti oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dua bank BUMN, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk, telah ditunjuk untuk menyiapkan rekening tersebut.

Yang Sudah Punya Rekening, Tetap Akan Dibukakan?

Pertanyaan ini paling banyak muncul di masyarakat. Airlangga menegaskan, warga yang selama ini telah memiliki rekening di bank mana pun tetap akan menerima rekening baru dari BRI atau BSI.

"Tetep dapet juga," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (9/9/2026). Namun, ia tidak merinci apakah rekening ganda ini akan digabung atau dibiarkan terpisah. Yang jelas, pemerintah akan melakukan konsolidasi data terlebih dahulu.

"Nanti dikonsolidasi. Jadi kalau rekening ini kan untuk berbagai program pemerintah. Jadi nanti dikonsolidasi di BRI maupun di BSI. Nah, nanti yang punya multiple account juga nanti kita lihat," jelasnya.

Data Dukcapil Jadi Kunci, Terhubung ke QRIS

Pembukaan rekening massal ini tidak serta-merta dilakukan tanpa skema. Pemerintah akan menggunakan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sebagai basis penerima.

Data tersebut kemudian akan dipadankan dengan sistem perbankan milik Bank Indonesia (BI). Proses ini penting untuk memastikan tidak ada duplikasi data dan mempermudah penyaluran dana bansos.

"Dan data dari Dukcapil itu tentunya nanti akan dipadankan dengan sistem yang ada di Bank Indonesia terutama untuk payment sistemnya dan yang kedua gateway sistemnya. Jadi menggunakan QRIS," ujar Airlangga usai rapat terbatas, Senin (7/9).

Tujuan Utama: Menyalurkan Bantuan Pemerintah

Airlangga menegaskan pembuatan rekening ini bukan untuk kepentingan administratif semata. Tujuan utamanya adalah menciptakan saluran tunggal yang efisien bagi pemerintah untuk menyalurkan berbagai program bantuan.

Dengan memiliki rekening sendiri, setiap warga diharapkan bisa menerima haknya secara langsung tanpa perantara. Ini sekaligus menjadi alat untuk mengukur tingkat inklusi dan literasi keuangan nasional yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar.

Hingga berita ini ditulis, pemerintah belum merilis jadwal pasti pembukaan rekening dan rincian teknis lainnya. Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi dan tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku bisa menguruskan rekening bansos dengan imbalan tertentu.

Sumber: finance.detik.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks