Pencarian

Kepsek SMA Negeri 1 Tapung, Bungkam dan Lepas Tanggungjawab

Senin, 26 Oktober 2026 • 16:33:27 WIB
Kepsek SMA Negeri 1 Tapung, Bungkam dan Lepas Tanggungjawab
Kepsek SMAN 1 Tapung bungkam, lepas tanggung jawab usai kecelakaan pelajar.

PEKANBARU, MEDIALOKAL.CO – Upaya konfirmasi yang dilayangkan Ketua Forum Wartawan Pendidikan (Forwadik) Riau, Munazlen Nazir, terkait kecelakaan maut yang menimpa pelajar SMAN 1 Tapung tidak direspon oleh Kepala SMAN 1 Tapung, Neneng Susanti, S.Pd. 

Sikap tertutup pimpinan satuan pendidikan tersebut menuai sorotan tajam di tengah duka mendalam atas tragedi yang merenggut nyawa seorang siswa dan melukai satu siswa lainnya.

Musibah kecelakaan lalu lintas tunggal itu terjadi saat kedua pelajar tersebut dalam perjalanan pulang usai mengambil piala untuk kejuaraan HUT sekolah. Anak-anak itu menggunakan dua motor masing-masing sepeda motor dia orang dan mereka membawa sekitar sepuluh piala. 

Saat membesuk salah seorang anak yang luka berat di Khenzy Tirta Jaya Setia Negara di RSUD Arifin Ahmad, Ketua Forwadik Riau dan rombongan mendapat cerita yang menyedihkan bagaimana mereka disuruh menjemput piala untuk hadiah dalam acara HUT sekolah hingga kecelakaan tunggal yang mereka alami. Cerita yang lebih menyedihkan hingga membuat Khenzy sampai trauma karena menyaksikan sendiri bagaimana kawannya Horge Lorenzo Surbakti meninggal dunia ditempat kejadian. 

Ironisnya, di tengah tuntutan transparansi dan empati publik, Neneng Susanti selaku kepala sekolah memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan resmi kepada awak media maupun organisasi profesi pers.

"Hari Sabtu ada Ibu Kepsek datang membesuk kesini, hanya itu," ungkap Khenzy terbata-bata menahan luka dibibirnya, sementara wajahnya masih memar disana-sini terlebih di bagian bibir dan mata. 

Melihat kondisi Khenzy, Ketua Forwadik Riau menilai, perlunya tindakan pendampingan psikologis selain pengobatan fisik. 

"Harusnya pihak sekolah lebih proaktif soal ini. Ini anak disuruh naik motor di jalan lintas provinsi untuk kepentingan sekolah di jam sekolah dan usai kecelakaan justru acara tetap berjalan seakan tak ada kejadian," ungkap Munazlen Nazir. 

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Beni Febrianto, menyatakan pihaknya telah bergerak cepat dengan memberikan arahan langsung kepada pihak sekolah agar segera turun tangan dan bertanggung jawab penuh.

"Kami sudah memberikan arahan kepada pihak sekolah untuk mengurus dan bertanggung jawab atas kejadian ini," ujar Beni, Senin (26/10/2026).

Sikap tidak kooperatif Kepala SMAN 1 Tapung, Neneng Susanti, yang enggan merespon konfirmasi Forwadik Riau dinilai mencederai prinsip keterbukaan informasi publik.

Berbagai pihak kini mendesak agar pihak sekolah tidak hanya fokus pada penyelesaian administratif dan bantuan bagi keluarga korban, tetapi juga mengevaluasi total prosedur keselamatan siswa dalam setiap kegiatan di luar sekolah.***

 

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Redaksi
Profil Penulis Redaksi

Editor: Rimba Arung

Lihat Profil

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks