MEDIALOKAL.CO — Kadin Indonesia menetapkan tiga rekomendasi hasil Rapimnas 2026 untuk diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (31/10). Rekomendasi itu menyasar penguatan bantalan ekonomi, ketersediaan bahan baku produksi, dan kepastian berusaha di tengah ketidakpastian global.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyatakan tiga rekomendasi tersebut merupakan hasil pembahasan Komisi A, B, dan C selama Rapimnas Kadin yang berlangsung 29-30 Oktober 2026. Kadin telah menerima konfirmasi dari Sekretariat Kabinet soal rencana pertemuan dengan Presiden.
"Jadi kita melihat bahwa rekomendasi Rapimnas ada tiga. Yang pertama, kita harus meningkatkan bantalan dalam menghadapi guncangan ekonomi dunia," kata Anindya dalam konferensi pers hasil Rapimnas Kadin, Jumat (30/10).
Menjaga Arus Kas Usaha hingga Daya Beli Rumah Tangga
Rekomendasi pertama menyasar penguatan bantalan ekonomi. Cakupannya meliputi penjagaan arus kas dunia usaha dan negara, fiskal daerah, serta daya beli rumah tangga.
Menurut Anindya, bantalan itu dibutuhkan agar usaha rakyat dan industri penyerapannya tetap kuat saat tekanan ekonomi datang.
"Bantalan itu apa? Satu, menjaga arus kas usaha tentunya juga negara, juga fiskal daerah di dalamnya, dan daya beli rumah tangga. Sehingga usaha rakyat dan industri penyerapannya bisa kuat," ujar Bos Kadin tersebut.
Rantai Pasok Hulu-Hilir untuk Bahan Baku Produksi
Rekomendasi kedua berkaitan dengan ketersediaan bahan baku, baik bagi usaha rakyat maupun industri secara umum. Kadin mendorong penguatan rantai pasok terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Tujuannya agar hasil produksi usaha rakyat bisa terhubung dengan pembiayaan dan pembeli. Dengan begitu, bahan baku untuk produksi rakyat tetap terjaga.
"Yang kedua, bahan baku untuk produksi rakyat itu juga mesti dijaga. Untuk produksi secara umum," ungkap Anindya.
Kepastian Berusaha dan Dua Jargon Ekspor-Investasi
Rekomendasi ketiga adalah memperkuat kepastian berusaha agar perusahaan Indonesia mampu bersaing di pasar global. Kadin mengusung dua jargon pendukung: Buy from Indonesia dan Buy Indonesia.
Buy from Indonesia diarahkan untuk mendorong peningkatan ekspor produk Indonesia ke pasar global. Sementara Buy Indonesia menjadi ajakan berinvestasi di dalam negeri, baik lewat investasi langsung atau foreign direct investment maupun investasi portofolio dengan membeli saham dan surat utang negara.
"Dan yang ketiga, ialah kepastian berusaha Indonesia bisa mendunia," lanjutnya.
Sinergi Pemerintah-Dunia Usaha dan Masukan 38 Provinsi
Anindya menilai penyampaian rekomendasi ke Presiden penting untuk memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi.
"Beliau selalu mengatakan Indonesia Incorporated. Yang artinya adalah gotong-royong antara pemerintah dan juga dunia usaha," ujarnya.
Rapimnas kali ini juga menghimpun masukan dari Kadin di 38 provinsi serta asosiasi dan himpunan usaha. Hasil pembahasan diharapkan mencerminkan kondisi dan kebutuhan pelaku usaha di berbagai daerah.
"Sampai sekarang kita mendapat konfirmasi dari Pak Sekab bahwa perwakilan Kadin akan diterima oleh Pak Presiden hari Sabtu besok untuk menyampaikan hasilnya," katanya.