MEDIALOKAL.CO — Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 3,78% ke level 4.904,29 pada perdagangan Selasa (3/11/2026), membuat posisi 4.900 kian tipis sebagai penahan. Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak di rentang resistance 5.000, pivot 4.900, dan support 4.750 pada perdagangan Rabu (4/11/2026). Pelemahan menyeluruh terjadi di semua sektor, dengan barang baku paling dalam.
Phintraco Sekuritas menilai level 4.900 menjadi garis pertahanan krusial IHSG. Jika support tersebut tidak mampu menahan penurunan lebih lanjut, indeks berpotensi menguji area 4.650–4.750 secara teknikal.
"Secara teknikal, IHSG hari ini berpotensi akan uji level 4.650-4.750 jika support di 4.900 tidak mampu menahan penurunan lebih lanjut," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (4/11/2026).
Barang Baku Pimpin Pelemahan, Nikel dan Emas Jadi Beban
Seluruh sektor kompak melemah pada perdagangan Selasa. Sektor barang baku mencatat koreksi terdalam hingga 6%, terutama disumbang saham berbasis nikel dan emas.
Tekanan datang dari rencana pembatasan produksi nikel dalam negeri untuk menjaga harga tetap tinggi. Koreksi harga emas global menambah beban pada emiten tambang logam mulia.
Phintraco Sekuritas menyoroti dua faktor yang menekan sektor tersebut:
- Kebijakan pembatasan produksi nikel domestik untuk menopang harga
- Koreksi harga emas yang menekan valuasi emiten tambang
KSSK Pangkas Proyeksi Pertumbuhan, Sentimen Makin Berat
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 menjadi 5,4%–5,5%. Angka itu lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 5,6%–6,0%.