Pencarian

Wamen ESDM Sebut Transformasi Energi di Jalur Tepat, Lifting Minyak 605,3 Ribu Barel

Minggu, 25 Oktober 2026 • 06:01:01 WIB
Wamen ESDM Sebut Transformasi Energi di Jalur Tepat, Lifting Minyak 605,3 Ribu Barel
Wamen ESDM Yuliot menyampaikan transformasi energi Indonesia berjalan di jalur yang benar dalam Malam Penganugerahan Penghargaan Energi Subroto Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (23/10).

MEDIALOKAL.CO — Wakil Menteri ESDM Yuliot menegaskan transformasi energi Indonesia berjalan di jalur yang benar, dengan capaian lifting minyak 605,3 ribu barel per hari yang melampaui target APBN 2025 sebesar 605 ribu barel. Klaim itu disampaikan dalam Malam Penganugerahan Penghargaan Energi Subroto Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (23/10) malam. Pemerintah kini mengejar target produksi 610 ribu barel per hari, meski sejumlah kendala membuat sasaran itu belum tercapai.

"Ini selama sembilan tahun terakhir ini merupakan capaian yang cukup signifikan," kata Yuliot, dikutip dari Antara.

Target 610 Ribu Barel per Hari Belum Tercapai

Tahun ini pemerintah mendorong peningkatan produksi minyak menjadi 610 ribu barel per hari. Namun Yuliot mengakui ada kendala yang membuat target tersebut belum bisa direalisasikan.

"Tentu ini kami berupaya bersama-sama bagaimana target minimal yang sudah ditetapkan ini bisa kita capai secara bersama-sama," ucap dia.

Di sisi konsumsi, kebutuhan minyak Indonesia mencapai 1,6 juta barel per hari. Selisih antara produksi dan konsumsi itu ditutup lewat impor, baik crude maupun produk olahan yang dilakukan berbagai badan usaha.

Biodiesel B50 Kurangi Ketergantungan Minyak Bumi

Program mandatori bahan bakar nabati biodiesel B50 yang mulai berjalan Juli 2026 disebut Yuliot mendiversifikasi penggunaan minyak bumi sekitar 310 ribu barel per hari. Kebijakan itu menjadi salah satu instrumen utama pemerintah untuk menekan beban impor migas.

Dari sisi ketenagalistrikan, rasio elektrifikasi nasional sudah menyentuh 99,85 persen. Bagi Yuliot, angka itu bukan sekadar statistik, melainkan soal kemampuan negara memperluas jaringan hingga seluruh desa teraliri listrik.

"Sehingga masyarakat tidak ada yang tidak merasakan bagaimana kemandirian energi, dan juga secara hak masyarakat itu bisa terpenuhi, ini merupakan bagian tanggung jawab negara untuk menyediakan energi bagi masyarakat," kata dia.

18 Proyek Hilirisasi Senilai Rp 618 Triliun

Pemerintah juga mendorong 18 proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi dengan nilai investasi sekitar Rp 618 triliun. Sebagian besar lokasi proyek berada di luar Pulau Jawa, sehingga diharapkan turut menggerakkan ekonomi daerah.

Meski demikian, Yuliot tidak menutup mata pada pekerjaan rumah yang tersisa. Pemerintah masih harus meningkatkan ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan impor, memperbaiki iklim investasi, serta menjawab tantangan pemerataan dan keandalan pasokan energi.

"Kami menyadari bahwa pekerjaan kita masih jauh dari selesai. Kita masih harus berjuang bersama untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan impor energi, memperbaiki iklim investasi, serta menjawab tantangan pemerataan dan keandalan pasokan energi secara nasional," kata Yuliot.

Bagi pelaku usaha di sektor energi, sinyal yang perlu dicermati adalah kombinasi antara target produksi yang masih sulit dipenuhi dan besarnya kebutuhan investasi hilirisasi. Keduanya menentukan arah kebijakan impor migas dan insentif sektor energi dalam beberapa tahun ke depan.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks